Sabtu, 01 November 2014

Aku Ingin

Hari ini cukup mendung, tapi hujan telah membasahi pipi ini.

Entahlah, cukup satu kata untuk menggambarkan perasaanku saat ini. Ini hari ketiga bapak pulang kampung, dan ternyata bapak bos juga pulkam. Sempurna sudah penderitaan ini, dalam beberapa hari ke depan aku harus bertahan dengan ibu bos. Dari pagi hingga malam dengan jam kerja yang terbilang ekstrem, 14 jam.

Kadang aku lelah dan rindu akan hari libur, kadang aku pun berontak dan tak peduli dengan kewajibanku. Aku bangun agak siang, sekitar pukul 8 atau 9, bukan karena aku malas, namun karena aku bosan dengan rutinitas ini dan menurutku tidur adalah salah satu hal yang dapat membuatku lupa dengan rutinitas2 itu. Seharusnya pukul 7 aku sudah harus stand by, karena toko buka mulai pukul 7. Ya, aku memang tidur di ruko alias rumah toko.

Aku disini membantu bapakku, peran utamaku adalah kuliah yang kebetulan dibiayai oleh ibu bos. Tapi sebagai anak muda, jenuh bosan suntuk stress sering menghampiriku. Terlebih pascawisuda aku jadi tak punya alibi untuk keluar dari belenggu toko. Aku kerap rindu dengan dunia luar, melihat hal2 baru yang membuatku takjub. Pengalaman baru dan waktu luang untuk diriku sendiri. Namun toko ini terlalu horor, jangan pernah mengharapkan hari libur. Hari raya umat Islam saja tidak libur. Super berkali-kali bukan?

Aku senang kemarin Yuli main seharian ke toko. Sahabatku sejak di bangku kuliah ini memang sering mampir ke tempatku alih2 suntuk di kost-an. Dia baik sekali mau membereskan kamarku yang seperti habis diterjang badai. Kami baru saja menggambar bebas di dinding dengan kapur ajaib, disebut ajaib karena mampu membuat semut2 pingsan tak berdaya. Yuli juga yang dengan senang hati menggantikan sprei gara2 semut2 itu bersarang di kasurku.

Kini kamarku menjadi lebih bersih. Aku menyuruh dia untuk menginap malam ini berhubung bapak sedang di kampung halaman. Kami biasa menghabiskan malam dengan menonton film atau bercerita sampai kami ketiduran. Tapi kali ini dia menolak karena besok harus mengurus BPKB motor. Hmm sepertinya malam ini aku akan kembali merasa kesepian.

Aku tak tahan menahan penghuni2 perut yang memberontak. Sedari pagi belum menyuplai apapun ke tubuh ini. Jadilah kita makan gado2 yang aku beli di dekat rumah. Aku tidak tega memberi Yuli makanan yang aku sendiri tidak tega memakannya untuk para penghuni perut. Bagaimana tidak, hari itu ibu bos masak telur yang di ceplok, kemudian dikecapin dicampur sedikit bihun dan tempe yang dipotong kecil2. Sekilas nampak lezat, tapi entah mengapa aku seperti sudah hafal dengan taktik pola masaknya.

Tanpa ragu langsung saja aku menghampiri kulkas, membukanya dan meneliti dengan seksama. Hmm benar saja hipotesisku, ada tiga hal yang menurutku hilang dari kulkas. Pertama, telur yang dibeliin bapak. Padahal malam harinya aku makan dengan lauk telur yang di ceplok. Telur2 itu adalah persediaanku untuk jaga2 kalau tengah malam aku kelaparan dan tidak ada lauk.

Bagian sedihnya bukan disitu. Aku ikhlas telur2 itu dimasak sama ibu bos. Tapi yang membuatku tidak ikhlas adalah kenapa masaknya harus dicampur dengan bihun sisa 2 hari yang lalu waktu masak soto dan oseng tempe sisa 3 hari yang lalu??? Kenapa?? Kenapa??

Tidakkah ibu bisa memasak makanan yang lebih bermartabat, lebih steril, lebih sehat?? Aku tak masalah walaupun harus makan dengan tempe goreng atau ikan asin saja. Aku tidak perlu makanan mewah, aku cuma ingin makanan yang layak, yang bersih. Bukan makanan sisa yang dicampurin jadi satu lalu dikecapin atau disambelin agar aku tidak menyadarinya.

Aku tidak habis pikir seorang bos tapi seperti itu. Perasaan walaupun ibu saya bukan bos, tapi tidak segitunya, malah selalu memberikan yang terbaik. Aku hanya tertunduk lesu dan kemudian menutup pintu kulkas. Aku jadi teringat waktu aku minum air putih dan gelas bekas aku minum aku taruh di kulkas, selesai mencuci pakaian aku kaget hendak minum namun gelasku hilang. Dan baru ku sadari gelas itu dipakai Om Furqon, saudara ibu bos yang waktu itu berkunjung ke toko. "Gilak, gelas bekas gw lo suguhin buat tamu??", hati kecilku menggerutu.

Jadilah malam harinya aku makan dengan mie instan, makanan favorit karena terpaksa, daripada makan makanan yang sangat jelas asal muasalnya namun hati ini seperti tercabik-cabik.

Keesokan harinya lebih parah lagi. Aku mendapati hunian baru di kulkas. Ikan disambelin sisa 2 hari yang lalu dan telur dikecapin sisa kemarin. Aku melihat sekantong plastik penuh alpukat hampir rusak, dan ada tahu mentah. Pasti alpukatnya minta dari Om Wandi, tukang buah CS nya bapak. Di meja makan juga ada semangkuk penuh tahu goreng dan di penggorengan ada secuil nasi goreng.

Awalnya dia masih biasa2 saja, dia coba menawariku tahu goreng, namun aku hanya membalas dengan anggukan. "Masak nasi gak yan?, bapak pulang kampung, mau masak nasi jadi males", celetuknya. "Celaka, hari ini bakal menjadi hari yang suram, tak ada nasi.", gumamku.

Dia belum menyerah, "Makan yan, ceritanya tadi bikin nasi goreng mau makan tapi kok ada orang terus". "Enggak, udah ibu aja yang makan." Jawabku dingin. "Oh iya ya lagi sakit itunya", dia berpikir karena sariawanku mungkin belum sembuh. "Udah sembuh, cuman lagi gak pengen makan aja", sahutku dalam hati.

Dia coba terus menawariku, "Beli gado2 ya?, Ibu malah lagi pengen.makan gado2". "Enggak", selorohku. "Ibu beliin nasi padang ya?". "Gak usah". "Kan ada alpukat yan, sana bikin nih kasih susu enak". "Engga ah". Sampai akhirnya dia menyerah juga dan tidak berkata apa2 lagi.

Aku seperti hilang selera, hatiku berdemo. Tidak ingin menyentuh apapun yang dia masak. Apapun yang dia tawarkan. Seperti semalam, tetangga memberi risoles yang baru dia bikin. "Bu, cobain", kata tetangga. "Wah, apa ini? Baru ya?, makasih ya", jawab ibu bos sumringah. "Nih yan", dia pun menawariku, entah benar2 menawari atau hanya sekedar basa-basi. "Iya, makasih bu", jawabku pendek.

Belum sempat menyicipinya, bungkusan risoles itu pun lenyap. "Wah, kayaknya enak banget tuh risoles ampe dibawa pulang. Padahal baru aja nawarin gw. Disini juga lagi ada temen gw, bukannya dimakan bareng2 malah dibawa pulang. Hebat benar manusia satu ini. Gumamku kesal".

Untuk itu aku memutuskan untuk menolak apapun yang ibu bos tawarkan. Biar dia puas. Biar dia senang dan tidak perlu repot2 memasakkan makanan untukku. Alhasil, sampai sekarang aku kelaparan. Aku menahan lapar dari pagi. Penghuni perut pun hanya aku jejali es kopi dan beberapa potong crackers, setelah itu air putih yang lagi2 ku tumpahkan ke tubuh ini. Aku ingin segera malam, aku ingin beli nasi goreng, aku ingin makan, aku ingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn

Rabu, 29 Oktober 2014

CPNSD Kota Depok 2014

Gak ada salahnya mencoba dan berharap.

26 September 2014
Gw tulis surat lamaran dg tangan gw sendiri. Tangan yg udah lama gak nulis karena keseringan pakai keyboard. Dengan tulisan cakar ayam gw, gw fix ngelamar cpns daerah kota Depok formasi 2014 DIII Informatika, Pranata Komputer Pelaksana. Ya Allah... Gw si berharap banget bisa lolos dan diterima. Gw pengen bahagiain ortu gw.

Gw udah takut aja, waktu itu gw lupa ngasih penjelasan tentang alamat gw. Entah kenapa gw nyepelein banget "paling juga pak pos udah hafal alamat ini". Gw lupa alamatnya kan udah pindah. Ah makin uring"an dah gw khawatir kalau aja surat balasannya kaga nyampe ke rumah gw. Gw jadi gabisa ikut ujian kan kalo ga ada kartu pesertanya. Apalagi pasca ga lolos PJT II kemaren, jadi ga semangat gitu gw.

18 Oktober 2014
Hari pernikahan temen kuliah gw. Gw di daulat jadi pager betiss, eh pager ayu maksudnya. Karena sibuk nyambut tamu gw rada lupa tuh ama hal" yg berkaitan dg cpns. Eh tiba2 bapak sms. "Informasi jadwal dan tempat ujian dapat dilihat di www.bkd.depok.go.id", wah wahh langsung giring dah gw, eh girang, giring mah vokalis nidji. Gw mikir ga mungkin banget bapak bercanda, dia kan gatau web nya. Berarti amplopnya nyampe ke rumah dong. Alhamdulillah ya Allah, duuh rasanya udah pengen cepet2 liat tuh kartu peserta tes.

Sesampainya di rumah gw jujur tuh sama bapak, sebenernya gw udah tau kalo gw lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti ujian CAT CPNS kota Depok 2014. Tapi gw ga bilang kalo gw lolos administrasi soalnya gw takut kalo bapak marah2 gegara amplop balasannya ga nyampe ke rumah.

Akhirnya gw tunjukkin dah tuh daftar peserta yg lolos seleksi administrasi ke bapak. Dan...betapa kagetnya yg lolos ada 2.578 peserta sedangkan formasi yg tersedia hanya 110 orang. Astaghfirullah...

Nama gw ada di urutan ke 115. Gw tes tanggal 25 Oktober 2014 di Fakultas Teknik UI, Depok. Gelombang I Ruang 3, pukul 8.00 - 9.30. Gw punya waktu seminggu buat belajar dihitung dari tanggal pengumuman jadwal ujian. Makin gabisa tidurlah gw. Hari2 gw jadi suram, pusing ngerjain simulasi, latihan dan hafalan.

Materi tes gw TKD (Tes Kemampuan Dasar), terdiri TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TIU (Tes Intelegensia Umum), dan TKP (Tes Karakteristik Pribadi). Dari hasil evaluasi gw setelah latihan, latihan dan latihan. Gw lemah di TWK. TKP gw ga masalah, TIU yaa masih bisalah, nah TWK babar blas ga ngerti. Akhirnya waktu seminggu itu gw geber memperdalam TWK, pancasila, UUD 1945, GBHN, Sejarah, Kewarganegaraan, Tata Negara, jadi makanan gw selama seminggu. Gw sengajain ngerjain soal sebelum belajar. Biasanya sih cuman bener separuh, separuhnya lagi salah. Hahaha, dg gitu gw jadi tau perbandingannya kalo gw ga belajar dan setelah gw belajar.

Sampe tidur pun kebayang2 UUD dan pasal2nya. Arrrrgh stress banget dah gw. Pas hari H nya, gw berangkat jam 6 dianter temen bapak, tukang ojek. Heuheuu
Gw kira jauh ternyata deket banget brohh, cuman 30 menit gw udah di depan FTUI. Gw pikir bakalan santai dulu, sarapan dulu. Gw udah bawa roti sama minum lho padahal. Eh ternyata langsung registrasi dan simulasi lagi. Hoamm..

Gilak deh yaa tuh kampus aseli cakep banget, luas, internasional bangetlah, enak banget udaranya. Sayang buat jadi mahasiswanya aja masuknya susah banget. Saingannya seluruh Indonesia.

Pas sampe di ruang ujian, udah siap bangetlah gw. Awalnya lancar2 aja tuh, gw ngerjain udah nyampe 16 nomor. Eh tiba2 logout sendiri dan browsernya ngerestart. Semua ruangan kayak gitu semua. Akibat gangguan teknis ini akhirnya panitia memutuskan install ulang browsernya. Katanya sih dia ga support, atasan minta Firefox 3 tapi pelaksana yg salah milih. Alhasil makin lama lagi lah itu ujian, nunggu semua komputer di reinstall dulu browsernya.

Perut gw udah keroncongan aja, mulut udah berkali" nguap saking ngantuknya. Jam 9 baru semuanya beres. Gw ngerjain ujian lagi, untung masih stay di page terakhir gw logout jadi ga ngulang dari awal. Waktu terasa cepet banget, kurang 45 menit lagi dan gw baru setengah perjalanan. Gw kebut dah tuh ngerjainnya. Gw pake jurus "GBYL" (Gak Bisa Yaudah Lewatin). Tiba2 kurang 11 menit, gw masih kurang 12 soal. Tambah tancep gas lagi, mata gw ampe ga kedip kali. Kurang 5 menit, gw koreksi lagi mana aja soal yg tadi gw lewatin, dan ternyata cukup banyak, duhh makin paniklah gw. Akhirnya waktu kurang 1 menit gw selesai ujian tuh. Parahnya latihan yg gw kerjain beribu-ribu soal itu ga ada yg keluar sama sekali. Hahahaha hebat lah yaa..

Finally, Skor TWK 85, TIU 115, TKP 151, Total 351. Standar minimalnya TWK 70, TIU 75, TKP 126, Total 271. Kalo bener semua skornya 500. Alhamdulillah lolos ambang batas minimum, tapi gatau deh peringkat berapa. Pas keluar ruangan gw liat di ruang display, nama gw di urutan ke 11, nilai tertinggi hampir mencapai 400. Tapi itu baru gelombang pertama. Sedangkan sehari aja ada 5 gelombang, 1 gelombang 3 ruangan. Tesnya dibagi dalam 4 hari. huaaaaaaa

Sekarang saatnya banyak2 berdo'a dan berharap semoga lolos. Dapet info dari temen katanya yg tes gelombang 1-3 khusus d3 semua. Sedangkan formasi d3 lumayan banyak, Kebidanan, Keperawatan, Apoteker, Analis Kesehatan, Akuntansi, Adm. Perkantoran, Informatika/komputer, mesin, elektro, sipil. Ya Allah.. mudah"an lolos dan di terima di lingkungan cpns kota Depok 2014. Aamiin...

Bandung, PJT II 2014

Assalamu'alaikum.. :)
Pagi gaes..
Kali ini gw pengen berbagi pengalaman gw ikut Penerimaan Karyawan Perum Jasa Tirta II 2014. Gw yakin berkas gw udah lengkap dan rapih banget. Gw kirim dah tuh berkas via pos. Lama gw menunggu akhirnya panggilan dari Perum Jasa Tirta dateng juga. Dengan modal spekulasi, berangkatlah gw ke Bandung dg kebaikan seorang sahabat SMA yg kebetulan tinggal dan kerja di Bandung akhirnya gw nginep ditempat sahabat gw itu. Sayangnya dia gabisa nganterin ke tempat tes yg waktu itu bertempat di Rindam III Siliwangi Bandung karena dia kerja.

Waktu itu gw cuman bawa oleh2 buah mangga buat ibu kost nya. Berbekal instruksi ibu kost. Gw beraniin diri dg sifat sotoy gw menuju tempat tes via angkot. Dan benar saja, walau harus nyasar2 karena kelewatan dan jalan2 di Bandung one way semua, akhirnya harus rela muter2 buat balik ke tempat tes.

Sesampainya ditempat tes, gw dapet temen baru namanya Linsy, anak UNS. (Gilak brohh.. Jauh2 dari Solo aja dijabanin ke Bandung, tapi dia nginep di tempat tantenya di Purwakarta). Oke lanjut, kita jadi akrab tuh. Hari pertama cuma ngambil nomor tes doang. Pas hari kedua inilah yg bikin deg"an. Gw dapet tes jam 13.00 s/d 16.00 materi tesnya psikotes. Entahlah kurang persiapan atau emang otak gw yg pas"an. Gw ngerasa kesulitan.ngerjain tuh tes. Dari tes logika, gambar, hitungan, penalaran, spasial, dll. Bikin puyeng kepala gw. Gw ngerasa kurang dalam pemakaian timing.

Pas pulangnya gw ketemu anak cowo, coba tebak dari mana?? Dari Semarang dooong... OMG.. Demi sebuah pekerjaan. Kita satu angkot tuh bareng. Dia mau ke stasiun, dan gw malah nyasar muter2 ampe kosan temen habis isya'. Feeling gw udah gaenak aja tuh. Besok paginya gw balik ke Jakarta. Gw mulai galau"an, uring"an nungguin pengumuman. Jeng jeng jeng jeeengg pas hari pengumuman, gw udah ga sabar aja kepoin website PJT II. Pas pengumumannya udah keluar, gw donlot, dan gw harus berlapangdada karena nama gw ga muncul. Sedih dah gw, kecewa, merana, gw gagal, gw ga lolos, gw ngecewain bapak sama mamak gw. Tapi ya gw ikhlas, mau gimana lagi emang belum rejeki gw. Gw coba terima semua takdir gw. Pas gw nanya Linsy, ternyata dia juga ga lolos. Syukurlah, masih ada temen. Heee jahat banget ya, at least ya bukan gw doang yg ga lolos. Dengan begitu berakhirlah kisah kasih di Bandung. Heuheuuu :'(

Selasa, 16 September 2014

Birokrasi Kampus Yang Ribet

Lelah saya menunggu ijazah D3 saya. Niat saya kan ingin segera melamar pekerjaan dan keluar dari tempat saya bekerja saat ini. Saya telah selesai kuliah di BSI Fatmawati. Saya masuk Maret 2011, saya lulus Maret 2014. Tadinya saya kira sistem pendidikannya seperti universitas lain yang bisa mengambil semester pendek (SP) sehingga bisa lulus lebih cepat. Jadi di BSI sistemnya adalah sistem paket. Tiap semester sudah ditentukan mata kuliah apa yang akan kita dapatkan. Kita tidak perlu menentukan sendiri ingin mengambil mata kuliah apa atau berapa sks yang akan kita ambil. Dengan sistem seperti ini pastilah suatu kerugian bagi mahasiswa.

Otomatis semua mahasiswa diharuskan atau lebih tepatnya di paksa lulus minimal selama 3 tahun. Sebuah keuntungan bagi mahasiswa yang bekerja. Saat liburan semester ganjil mereka bisa fokus dengan pekerjaan mereka. Sementara bagi saya yang tidak betah dengan pekerjaan saya, terasa seperti mimpi buruk seharian bekerja dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam (14 jam/hari), tanpa hari libur. Kalau sambil kuliah kan setidaknya saya bisa menghilangkan penat dan jenuh di tempat kerja.

Kembali lagi ke BSI. Intinya saya terjebak dengan sistem pendidikan BSI. Saya pun harus rela menunggu 3 tahun masa kuliah untuk menempuh jenjang D3. Saat ini hingga bulan September sudah 6 bulan sejak kelulusan dan 2 bulan sejak wisuda, ijazah belum juga keluar. *tear* sama saja seperti satu semester. Ya Tuhaaan...

Sudah gitu saking banyaknya cabang BSI pengambilan foto ijazah pun tidak mesti bisa diambil di cabang BSI masing2. Teman saya ada yang mengambil di cab. Ciledug, ada yang di cab. Jatiwaringin, sedangkan saya harus ke cab. Warung Jati. *oh ribetnya*. Selain itu kami pun dipersulit dengan pengambilan ijazah yang mengharuskan membayar uang Rp. 150.000,-. Ya ampuun ambil ijazah kok bayar?? Saat teman saya bertanya kepada petugas.admin untuk apa uang tersebut, katanya untuk biaya administrasi dan biaya legalisir. Lalu bagaimana prosedurnya?? Kami para mahaiswa harus membayar via transfer atm. Kemudian kami harus menunggu maksimal 3 hari untuk bisa login ke ruang mahasiswa untuk mengisi treser studi. Treser studi yang sudah di isi lalu di print dan diserahkan ke admin beserta bukti pembayaran transfer. OMG.... superrr sekaleee

Pupus sudah harapan saya dapat mengikuti pendaftaran cpns tahun ini gara2 ijazah belum ada. Teman2 saya pun demikian, kami para pencari kerja sangat membutuhkan ijazah. Melamar pekerjaan bermodal surat keterangan lulus tidak dapat dipertimbangkan. *lha wong yang lulusan S1 saja bejibun kok*.

Sudah begitu waktu saya penasaran dan saking sudah tidak sabar lagi, hari itu juga saya ingin mentransfer uang tersebut. Lah lah... malah *pin yang anda masukkan tidak sesuai*. Duh..gustiiii apalagi ini???. Saya bingung, saya coba lagi, *anda telah memasuki batas maksimum pengisian pin*. Damn!!! *atm pun terblokir*. Hanya bisa tertunduk lesu sambil memikirkan pin pin pin atm saya berapa??? Keesokan harinya saya coba ke ke bank mamdiri cabang Cinere dan menceritakan masalah saya. Oh Tuhan, semoga bisa cepat selesai. *maaf, bu zulfa. Kebetulan sistem kami sedang ada gangguan. Jadi penyelesaian untuk buka blokir dan ganti pin nya belum bisa hari ini*, kira2 kapan ya bu selesainya? *wah saya tidak bisa menjamin*, ya sudahhhhhh pulang dengan kaki dan badan lemas semua.. gini amat ya nasiiiibbb

Sabtu, 06 September 2014

Malam minggu sendu

Jalanan terlihat ramai.
Hilir mudik kendaraan berlalu lalang.
Aku seperti orang kebingungan.
Lagi-lagi ku ambil smartphone jadulku.
BBM.
Facebook.
Twitter.
Email.
Whatsapp.
Inbox.
Incoming calls.
Tetap sama. Hening. Sepi. Tak ada kehidupan.
Sehari yang lalu aku senyum2 sendiri tiap  memegang smartphone.
Malam ini semua hilang.
Seorang lelaki berusaha mendekatiku. Dia langganan fotocopy di tempat aku bekerja.
Dia tinggi, tampan, lucu, dan sama2 memakai kacamata.
Bedanya, dia dari kalangan keluarga berada. Sungguh, dia bisa membuatku tertawa.
Sejak tadi aku menunggu kabarnya.
BB nya aktif. Tapi tak menyapaku.
Apa aku mulai suka?
Hujan pun turun. Dan jarum jam tak kunjung menunjuk angka 9.
Aku lelah. Aku ingin istirahat. Aku ingin tidur.

Jumat, 05 September 2014

Untitled

Hari ini toko sedang sepi. Sejak tadi hanya bengong tidak ada kerjaan. Tiba-tiba saja seorang teman lama sms. Sebenarnya hanya tertera nomor tanpa nama. Tapi saya yakin ini teman SMP saya, waktu itu saya memang pernah menghapus nomornya dari kontak saya.

Dia menanyakan kapan mau main ke rumah, padahal saya sedang di Jakarta. Dia bercerita kalau dia sudah tidak bersama suaminya lagi. Lima hari lagi dia akan menjalani sidang perceraian. Saya tidak menyangka rumah tangganya akan berakhir seperti ini. Di mata saya dulu sewaktu sekolah dia adalah anak yang baik.

Dia bilang hak asuh anak semata wayangnya jatuh di tangannya. Dia bercerita panjang lebar. Sebenarnya selama ini saya sudah tahu dari seorang teman, namun saya tidak menanyakan langsung dengan teman saya ini. Hingga akhirnya dia sendiri yang memberi tahu saya. Sungguh mengejutkan, saya benar2 tidak menduga teman saya telah berbuat banyak hal yang menurut saya sangat ekstrim. Dia terjerumus ke dalam pergaulan yg tidak sepantasnya. Akibat masa lalunya yg kelam inilah yg menjadi penyebab runtuhnya rumah tangga dia.

Dia meminta maaf kepada saya karena dulu pernah melibatkan saya dalam urusan rumah tangganya. Dia berbohong kepada suaminya, dia bilang dia pergi dg saya, padahal waktu itu saya sedang di Jakarta.

Sungguh sangat disayangkan, semuanya hancur, masa depannya, rumah tangganya, kehidupannya, karena nila setitik. Pesan saya kepada Anda kaum perempuan, Anda yg memiliki adik2 dan anak2 perempuan. Jagalah kehormatan.kalian, jangan sampai terjerumus dalam pergaulan bebas. Jangan tergoda oleh bujuk rayu lelaki. Pilihlah teman yg baik, karena teman yg baik tidak akan menjerumuskan kita.

Rabu, 07 Mei 2014

Salam kenal.

Assalamu'alaikum temans. Salam kenal dari gue, nama pena gue "zed". Gue mahasiswa yang dua bulan lalu dinyatakan lulus. Gue kuliah di salah satu kampus swasta di Jakarta. Gue seneng akhirnya bisa kembali nge-blog setelah lama banget gue sibuk dengan urusan pekerjaan. Gue kerja di sebuah toko fotocopy, sehari-hari gue melayani orang-orang yang mau fotocopy. Gue bisa kuliah juga berkat kebaikan hati seseorang. Ya, gue berasal dari keluarga sederhana. Bokap gue yang lebih dulu kerja disini, bisa dibilang sepuluh tahun lebih. Pas gue lulus SMA, gue pengen banget sekolah di STAN, ya tapi apa daya takdir berkata lain. Dari enam orang temen gue yang waktu itu sama-sama daftar, cuma satu yang lolos tes dan bisa kuliah disana.

Saat gue bingung mau kuliah tapi ga ada biaya, akhirnya bos bokap gue nawarin buat kuliah di Jakarta, gue seneng banget dan gue terima tawaran itu. November 2010 gue merantau ke Jakarta. Maret 2011 gue mulai masuk kuliah, disitulah gue bertemu temen-temen yang super kece, ash, win, feb, oct yang sampe sekarang masih tetep kece. Disinilah awal kehidupan baru dimulai, disatu sisi gue adalah mahasiswa labil yang baru nginjek bangku kuliah, kebayang dong kayak apa alay nya gue waktu itu. Disisi lain gue sadar hidup gue ternyata penuh pengorbanan bray. Gimana enggak, buat kuliah aja gue harus rela tidur didalam toko. Toko buka setiap jam tujuh pagi dan tutup jam sepuluh malam, ya sekarang-sekarang aja tokonya tutup jam sembilan karena udah gak seramai dulu. Gue tinggal sama bokap gue, nyokap sama adek gue di kampung halaman. Tiap hari gue kerja, gue keluar kalo ada kuliah doang, itu juga kadang gue lama-lamain di kampus karena gue bosen di toko terus. Tapi kadang gue juga langsung pulang karena kasian sama bokap ga da yang bantuin.

Gue sama bokap gue ini emang tim yang kompak. Cuma sama bokap gue bisa cerita apapun dan kita punya tim sepak bola favorit yang sama pula, yap "FCB". Kadang gue ngerasa sedih, bokap gue kerja bertahun-tahun jauh dari keluarga cuma buat menghidupi anak-anaknya biar bisa sekolah. "What a man!! You're more than a super dad!! you're incredible dad!!". Salut deh buat bokap gue.