Jumat, 05 September 2014

Untitled

Hari ini toko sedang sepi. Sejak tadi hanya bengong tidak ada kerjaan. Tiba-tiba saja seorang teman lama sms. Sebenarnya hanya tertera nomor tanpa nama. Tapi saya yakin ini teman SMP saya, waktu itu saya memang pernah menghapus nomornya dari kontak saya.

Dia menanyakan kapan mau main ke rumah, padahal saya sedang di Jakarta. Dia bercerita kalau dia sudah tidak bersama suaminya lagi. Lima hari lagi dia akan menjalani sidang perceraian. Saya tidak menyangka rumah tangganya akan berakhir seperti ini. Di mata saya dulu sewaktu sekolah dia adalah anak yang baik.

Dia bilang hak asuh anak semata wayangnya jatuh di tangannya. Dia bercerita panjang lebar. Sebenarnya selama ini saya sudah tahu dari seorang teman, namun saya tidak menanyakan langsung dengan teman saya ini. Hingga akhirnya dia sendiri yang memberi tahu saya. Sungguh mengejutkan, saya benar2 tidak menduga teman saya telah berbuat banyak hal yang menurut saya sangat ekstrim. Dia terjerumus ke dalam pergaulan yg tidak sepantasnya. Akibat masa lalunya yg kelam inilah yg menjadi penyebab runtuhnya rumah tangga dia.

Dia meminta maaf kepada saya karena dulu pernah melibatkan saya dalam urusan rumah tangganya. Dia berbohong kepada suaminya, dia bilang dia pergi dg saya, padahal waktu itu saya sedang di Jakarta.

Sungguh sangat disayangkan, semuanya hancur, masa depannya, rumah tangganya, kehidupannya, karena nila setitik. Pesan saya kepada Anda kaum perempuan, Anda yg memiliki adik2 dan anak2 perempuan. Jagalah kehormatan.kalian, jangan sampai terjerumus dalam pergaulan bebas. Jangan tergoda oleh bujuk rayu lelaki. Pilihlah teman yg baik, karena teman yg baik tidak akan menjerumuskan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar