Selasa, 16 September 2014

Birokrasi Kampus Yang Ribet

Lelah saya menunggu ijazah D3 saya. Niat saya kan ingin segera melamar pekerjaan dan keluar dari tempat saya bekerja saat ini. Saya telah selesai kuliah di BSI Fatmawati. Saya masuk Maret 2011, saya lulus Maret 2014. Tadinya saya kira sistem pendidikannya seperti universitas lain yang bisa mengambil semester pendek (SP) sehingga bisa lulus lebih cepat. Jadi di BSI sistemnya adalah sistem paket. Tiap semester sudah ditentukan mata kuliah apa yang akan kita dapatkan. Kita tidak perlu menentukan sendiri ingin mengambil mata kuliah apa atau berapa sks yang akan kita ambil. Dengan sistem seperti ini pastilah suatu kerugian bagi mahasiswa.

Otomatis semua mahasiswa diharuskan atau lebih tepatnya di paksa lulus minimal selama 3 tahun. Sebuah keuntungan bagi mahasiswa yang bekerja. Saat liburan semester ganjil mereka bisa fokus dengan pekerjaan mereka. Sementara bagi saya yang tidak betah dengan pekerjaan saya, terasa seperti mimpi buruk seharian bekerja dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam (14 jam/hari), tanpa hari libur. Kalau sambil kuliah kan setidaknya saya bisa menghilangkan penat dan jenuh di tempat kerja.

Kembali lagi ke BSI. Intinya saya terjebak dengan sistem pendidikan BSI. Saya pun harus rela menunggu 3 tahun masa kuliah untuk menempuh jenjang D3. Saat ini hingga bulan September sudah 6 bulan sejak kelulusan dan 2 bulan sejak wisuda, ijazah belum juga keluar. *tear* sama saja seperti satu semester. Ya Tuhaaan...

Sudah gitu saking banyaknya cabang BSI pengambilan foto ijazah pun tidak mesti bisa diambil di cabang BSI masing2. Teman saya ada yang mengambil di cab. Ciledug, ada yang di cab. Jatiwaringin, sedangkan saya harus ke cab. Warung Jati. *oh ribetnya*. Selain itu kami pun dipersulit dengan pengambilan ijazah yang mengharuskan membayar uang Rp. 150.000,-. Ya ampuun ambil ijazah kok bayar?? Saat teman saya bertanya kepada petugas.admin untuk apa uang tersebut, katanya untuk biaya administrasi dan biaya legalisir. Lalu bagaimana prosedurnya?? Kami para mahaiswa harus membayar via transfer atm. Kemudian kami harus menunggu maksimal 3 hari untuk bisa login ke ruang mahasiswa untuk mengisi treser studi. Treser studi yang sudah di isi lalu di print dan diserahkan ke admin beserta bukti pembayaran transfer. OMG.... superrr sekaleee

Pupus sudah harapan saya dapat mengikuti pendaftaran cpns tahun ini gara2 ijazah belum ada. Teman2 saya pun demikian, kami para pencari kerja sangat membutuhkan ijazah. Melamar pekerjaan bermodal surat keterangan lulus tidak dapat dipertimbangkan. *lha wong yang lulusan S1 saja bejibun kok*.

Sudah begitu waktu saya penasaran dan saking sudah tidak sabar lagi, hari itu juga saya ingin mentransfer uang tersebut. Lah lah... malah *pin yang anda masukkan tidak sesuai*. Duh..gustiiii apalagi ini???. Saya bingung, saya coba lagi, *anda telah memasuki batas maksimum pengisian pin*. Damn!!! *atm pun terblokir*. Hanya bisa tertunduk lesu sambil memikirkan pin pin pin atm saya berapa??? Keesokan harinya saya coba ke ke bank mamdiri cabang Cinere dan menceritakan masalah saya. Oh Tuhan, semoga bisa cepat selesai. *maaf, bu zulfa. Kebetulan sistem kami sedang ada gangguan. Jadi penyelesaian untuk buka blokir dan ganti pin nya belum bisa hari ini*, kira2 kapan ya bu selesainya? *wah saya tidak bisa menjamin*, ya sudahhhhhh pulang dengan kaki dan badan lemas semua.. gini amat ya nasiiiibbb

Sabtu, 06 September 2014

Malam minggu sendu

Jalanan terlihat ramai.
Hilir mudik kendaraan berlalu lalang.
Aku seperti orang kebingungan.
Lagi-lagi ku ambil smartphone jadulku.
BBM.
Facebook.
Twitter.
Email.
Whatsapp.
Inbox.
Incoming calls.
Tetap sama. Hening. Sepi. Tak ada kehidupan.
Sehari yang lalu aku senyum2 sendiri tiap  memegang smartphone.
Malam ini semua hilang.
Seorang lelaki berusaha mendekatiku. Dia langganan fotocopy di tempat aku bekerja.
Dia tinggi, tampan, lucu, dan sama2 memakai kacamata.
Bedanya, dia dari kalangan keluarga berada. Sungguh, dia bisa membuatku tertawa.
Sejak tadi aku menunggu kabarnya.
BB nya aktif. Tapi tak menyapaku.
Apa aku mulai suka?
Hujan pun turun. Dan jarum jam tak kunjung menunjuk angka 9.
Aku lelah. Aku ingin istirahat. Aku ingin tidur.

Jumat, 05 September 2014

Untitled

Hari ini toko sedang sepi. Sejak tadi hanya bengong tidak ada kerjaan. Tiba-tiba saja seorang teman lama sms. Sebenarnya hanya tertera nomor tanpa nama. Tapi saya yakin ini teman SMP saya, waktu itu saya memang pernah menghapus nomornya dari kontak saya.

Dia menanyakan kapan mau main ke rumah, padahal saya sedang di Jakarta. Dia bercerita kalau dia sudah tidak bersama suaminya lagi. Lima hari lagi dia akan menjalani sidang perceraian. Saya tidak menyangka rumah tangganya akan berakhir seperti ini. Di mata saya dulu sewaktu sekolah dia adalah anak yang baik.

Dia bilang hak asuh anak semata wayangnya jatuh di tangannya. Dia bercerita panjang lebar. Sebenarnya selama ini saya sudah tahu dari seorang teman, namun saya tidak menanyakan langsung dengan teman saya ini. Hingga akhirnya dia sendiri yang memberi tahu saya. Sungguh mengejutkan, saya benar2 tidak menduga teman saya telah berbuat banyak hal yang menurut saya sangat ekstrim. Dia terjerumus ke dalam pergaulan yg tidak sepantasnya. Akibat masa lalunya yg kelam inilah yg menjadi penyebab runtuhnya rumah tangga dia.

Dia meminta maaf kepada saya karena dulu pernah melibatkan saya dalam urusan rumah tangganya. Dia berbohong kepada suaminya, dia bilang dia pergi dg saya, padahal waktu itu saya sedang di Jakarta.

Sungguh sangat disayangkan, semuanya hancur, masa depannya, rumah tangganya, kehidupannya, karena nila setitik. Pesan saya kepada Anda kaum perempuan, Anda yg memiliki adik2 dan anak2 perempuan. Jagalah kehormatan.kalian, jangan sampai terjerumus dalam pergaulan bebas. Jangan tergoda oleh bujuk rayu lelaki. Pilihlah teman yg baik, karena teman yg baik tidak akan menjerumuskan kita.